mtmdesign

ide, konsep, dan realisasi

Pencahayaan dalam Desain Rumah Tinggal (bag 2)

Posted by mtmdesign on September 15, 2010


(Bagian 2 dari 2 bagian)

Setelah pada bagian pertama kita telah membahas tentang pencahayaan alami, maka pada bagian ini akan dibahas mengenai pencahayaan buatan. Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang berasal dari objek buatan manusia, bukan berasal dari cahaya yang berada di alam, contoh mudahnya adalah lampu.

Dalam desain rumah tinggal, pencahayaan buatan memegang peranan penting untuk membuat sebuah rumah tinggal lebih “terlihat”. Pencahayaan ini haruslah terencana dengan baik, biasanya dinamakan Rencana Titik lampu / Lighting Plan. Di dalam gambar perencanaan titik lampu, biasanya terdapat  gambar lokasi lampu-lampu dalam tiap ruangan, beserta jenis lampu yang akan dipakai, bahkan bila lebih advance lagi biasanya sekaligus dengan pengelompokan beban listriknya, sehingga beban listrik terbagi dengan baik.

Berdasarkan jenis asal sinar pencahayaan ruangan, dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu :

1. Direct Lamp (sinaran langsung), Sinar yang dihasilkan dari lampu yang dapat dilihat/terlihat langsung. Misalnya spot light (lampu tembak), uplight (lampu tembak dengan sinar ke arah atas), downlight (lampu tanam dengan sinar ke bawah), lampu fitting dan lainnya.

Downlight: salah satu sumber direct lighting populer

2. Indirect Lamp (sinaran tidak langsung) biasa juga disebut dengan hidden lamp. Biasanya kita hanya menggunakan efek sinar yang dihasilkan dari lampu ini karena lampunya sendiri tidak terlihat atau tersembunyi. Misalnya hidden lamp di drop ceiling atau plafond.

Hidden Lamp: Lampu TL tersembunyi di balik plafon

 

Pencahayaan dalam rumah tinggal umumnya digunakan sebagai penerangan ruangan. Akan tetapi sering juga digunakan sebagai elemen yang membentuk ambience dari ruangan. Oleh karenanya tata pencahayaan berkaitan erat dengan detail-detail arsitektur, elemen interior maupun furnishing. Misalnya ada dinding dengan finishing batu alam dapat kita gunakan pencahayaan langsung ke arah pasangan batu alam tersebut, sehingga tekstur batu akan “terekspos” dan lebih dramatis. Begitu pula dengan artwork yang kita letakan baik di dinding atau dipajang diatas meja, untuk membuat artwork tersebut menjadi vocal point, kita dapat memberikan pencahayaan ke arah art work trersebut dengan menggunakan spot light.

Untuk tampilan luar rumah atau eksterior, pencahayaan yang terencana dengan baik dapat memberikan efek dramatis pada rumah tinggal. Adanya permainan bidang-bidang dinding dan bayangan akibat pencahayaan tadi dapat memberikan  efek tertentu. Sehingga seringkali membuat rumah telihat lebih mewah dan elegan. Untuk eksterior biasanya lampu yang digunakan adalah lampu tembak, lampu dinding, lampu taman, disamping lampu fitting standar. Biasanya menggunakan sinar uplight dan spot kearah dinding. Hal yang perlu diperhatikan untuk lampu-lampu eksterior adalah jenis lampu dan kabel instalasi diusahakan jenis yang kedap air, sehingga mengurangi kemungkinan korsleting listrik.

(Mario Wibisono)

One Response to “Pencahayaan dalam Desain Rumah Tinggal (bag 2)”

  1. billa said

    thankyou artikelnya.
    supaya lebih bagus dalam penyebarannya bisa menggunakan lampu downlight yang bisa di beli di leddo.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: